Lewati ke konten
SerambiQuran
Adab belajar

Seri Tajwid (3/22): Adab Membaca Al-Qur'an

2 menit baca

Daftar isi

Al-Qur'an adalah kalam Allah, maka membacanya perlu disertai adab. Berikut adab yang dirangkum penulis.

Sebelum membaca

  1. Bersih badan dan tempat, dan tidak membaca di tempat kotor atau hina.
  2. Berwudhu terlebih dahulu.
  3. Menghadap kiblat, dengan kepala sedikit tertunduk sebagai tanda khidmat.
  4. Membaca ta'awwudz, lalu membaca basmalah, kecuali di awal surah At-Taubah.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Saat membaca

  1. Dengan tajwid, sesuai perintah: "Dan bacalah Al-Qur'an dengan tartil." (QS. Al-Muzzammil: 4)
  2. Tidak berbicara atau bercanda di tengah bacaan. Dengarkan dan simak baik-baik, karena Allah memerintahkan kita diam saat Al-Qur'an dibacakan.
  3. Tidak membaca dalam keadaan hadas besar (junub, haid, nifas). Menurut penulis hukumnya haram. Para ulama berbeda pendapat dalam rinciannya, jadi tanyakan kepada guru.
  4. Lebih baik melihat mushaf walaupun sudah hafal, karena melihat mushaf itu ibadah dan lebih menjaga dari kesalahan.

Memuliakan mushaf

  1. Letakkan di tempat tinggi dan bersih, tidak ditindih buku lain, dan tidak dicampur dengan bacaan yang tidak baik.
  2. Jangan dijadikan bantal, dan jangan mengarahkan kaki kepadanya.

Menjaga hafalan

  1. Orang yang sudah menghafal satu bagian atau surah sebaiknya tidak membiarkannya lupa, dan berusaha mengulangnya kembali.

Setelah membaca

  1. Ditutup dengan:
صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيمُ

"Maha benar Allah Yang Maha Agung."

Renungan

Adab bukan sekadar aturan. Ia adalah cara kita menunjukkan penghormatan kepada Kalamullah.

Tambahan dari buku: dalil adab mendengarkan, dan doa penutup lengkap

Adab mendengarkan (poin 6): Allah berfirman,

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat."

Ta'awwudz disebut dalam QS. An-Nahl: 98: "Apabila kamu membaca Al-Qur'an, maka berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk." Penulis menyebut bacaan dimulai dengan ta'awwudz, lalu basmalah, kecuali pada awal surah At-Taubah.

Doa penutup versi lengkap dalam buku:

صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيمُ، وَبَلَّغَ رَسُولُهُ الْكَرِيمُ، وَنَحْنُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَ وَالشَّاكِرِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya: Maha benar Allah Yang Maha Agung, dan Rasul-Nya yang mulia telah menyampaikan. Kami atas yang demikian itu termasuk orang-orang yang menyaksikan dan bersyukur. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Tentang hafalan (poin 9 buku): menurut fatwa sebagian ulama, orang yang sudah menghafal satu bagian atau surah tidak boleh membiarkannya lupa. Penulis menyebut berdosa jika dibiarkan terus lupa, dan wajib berusaha menghafalnya kembali.

Tentang hadas besar (poin 7 buku): penulis menyebut membaca Al-Qur'an dalam keadaan junub, haid, dan nifas hukumnya haram. Sebagian ulama lain memberi rincian berbeda, terutama untuk haid dan nifas, jadi tanyakan kepada guru atau ustadz.

Besok: mulai masuk hukum tajwid, yaitu hukum nun sukun dan tanwin.

Sumber: Zulkarnaini Umar, Panduan Ilmu Tajwid Praktis (UIR Press, 2020).

WhatsApp

Tim SerambiQuranResmi

Tulisan resmi dari tim SerambiQuran.

Tulisan resmi lainnya

Tulisan resmi lainnya