
Daftar isi
Kemarin kita pelajari mad thabi'i (2 harakat). Sekarang mulai mad far'i, yaitu mad yang menjadi lebih panjang karena sebab tertentu.
Keduanya terjadi ketika mad thabi'i bertemu hamzah. Bedanya: hamzah itu di satu kata atau di kata lain.
1) Mad Wajib Muttasil
Mad thabi'i + hamzah dalam satu kata. Muttasil = bersambung.
Contoh: جَاءَ، السَّمَاءِ، سُوءٍ، جِيءَ، أُولَٰئِكَ
Panjang: wajib dipanjangkan, 4 sampai 5 harakat. Penulis menyebut "dua setengah alif".
2) Mad Jaiz Munfasil
Mad thabi'i + hamzah di kata berikutnya. Jaiz = boleh, munfasil = terpisah.
Contoh: بِمَا أُنزِلَ، قُوا أَنفُسَكُمْ، فِي أَنفُسِكُمْ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ
Panjang: boleh 2 harakat (seperti thabi'i) atau dipanjangkan 4-5 harakat seperti muttasil. Menurut penulis, dipanjangkan seperti muttasil lebih baik. Dalam satu kali bacaan, usahakan konsisten.
Ringkas
| Muttasil | Munfasil | |
|---|---|---|
| Hamzah | Satu kata | Kata berbeda |
| Hukum | Wajib panjang | Boleh |
| Harakat | 4-5 | 2 atau 4-5 |
Latihan
Tentukan muttasil atau munfasil: وَالسَّمَاءِ, بِمَا أُنزِلَ, جَاءَ.
Jawaban: muttasil, munfasil, muttasil.
Besok: mad lazim (6 harakat).
Sumber: Zulkarnaini Umar, Panduan Ilmu Tajwid Praktis (UIR Press, 2020).
Tim SerambiQuranResmi
Tulisan resmi dari tim SerambiQuran.





