Lewati ke konten
SerambiQuran
Tajwid

Seri Tajwid (13/22): Mad Wajib Muttasil & Mad Jaiz Munfasil

1 menit baca

Daftar isi

Kemarin kita pelajari mad thabi'i (2 harakat). Sekarang mulai mad far'i, yaitu mad yang menjadi lebih panjang karena sebab tertentu.

Keduanya terjadi ketika mad thabi'i bertemu hamzah. Bedanya: hamzah itu di satu kata atau di kata lain.

1) Mad Wajib Muttasil

Mad thabi'i + hamzah dalam satu kata. Muttasil = bersambung.

Contoh: جَاءَ، السَّمَاءِ، سُوءٍ، جِيءَ، أُولَٰئِكَ

Panjang: wajib dipanjangkan, 4 sampai 5 harakat. Penulis menyebut "dua setengah alif".

2) Mad Jaiz Munfasil

Mad thabi'i + hamzah di kata berikutnya. Jaiz = boleh, munfasil = terpisah.

Contoh: بِمَا أُنزِلَ، قُوا أَنفُسَكُمْ، فِي أَنفُسِكُمْ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ

Panjang: boleh 2 harakat (seperti thabi'i) atau dipanjangkan 4-5 harakat seperti muttasil. Menurut penulis, dipanjangkan seperti muttasil lebih baik. Dalam satu kali bacaan, usahakan konsisten.

Ringkas

MuttasilMunfasil
HamzahSatu kataKata berbeda
HukumWajib panjangBoleh
Harakat4-52 atau 4-5

Latihan

Tentukan muttasil atau munfasil: وَالسَّمَاءِ, بِمَا أُنزِلَ, جَاءَ.

Jawaban: muttasil, munfasil, muttasil.

Besok: mad lazim (6 harakat).

Sumber: Zulkarnaini Umar, Panduan Ilmu Tajwid Praktis (UIR Press, 2020).

WhatsApp

Tim SerambiQuranResmi

Tulisan resmi dari tim SerambiQuran.

Tulisan resmi lainnya

Tulisan resmi lainnya

Tulisan terkait